*''Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh ,,,''*

Senin, 13 Juni 2011

DUHAI...PARA UKHTI - UKHTI Qu

Ini adalah sepucuk surat buat segenap wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Buat segenap wanita… baik sebagai ibu, gadis, istri maupun sebagai anak…yang oleh Allah Ta’ala telah diberi amanah memelihara tangung jawabnya masing-masing… niscaya di hari kiamat kelak akan menanyakan apa yang menjadi tangggung jawab kita semua.


Buat segenap remaja putri yang mengimani Allah… buat siapa saja yang hari ini menjadi remaja putri… kemudian esok bakal menjadi istri dan selanjutnya menjadi ibu.


Wahai wanita… bacalah dan jangan terperdaya. Kita hidup di zaman dimana kehinaan telah menguasai keutamaan. Karena itu berhati-hatilah terhadap mode-mode busana menyolok para wanita telanjang, mode-mode yang menjadi salah satu penyebab kejahatan dan kerusakan.


Wahai wanita… janganlah kita terperdaya oleh para dajjal, turis-turis yang menyerukan tabarruj dan buka-bukaan. Mereka adalah musuh-musuh kita wahai putri Islam-khususnya- dan musuh para kaum muslimin pada umumnya.



Wahai wanita… sebenarnya Alloh telah menurunkan ayat-ayatNya yang telah jelas, supaya dengan melaksanakan tuntunan-tuntunan syari’at yang ada di dalamnya, engkau menjadi terpelihara dan tersucikan dari kotoran-kotoran jahiliyah yang hari ini, musuh-musuh Islam, para penyeru kebebasan, berusaha keras untuk sekali lagi mengembalikan kaum wanita ke abad jahiliyah dengan bersembunyi di bawah cover Peradaban, Modernisasi dan Kebebasan.



Namun sebenarnya orang-orang itu lupa dan tidak pernah memperhatikan bahwa wanita muslimah tidak mungkin akan dapat menerima pembebasan dirinya, lepas dari pengabdiannya kepada rabb-Nya untuk kemudian jatuh menjadi mangsa bagi budak-budak tentara iblis.


Wahai putri Islam…para penyeru tabarruj dan buka-bukaan amat berambisi untuk melepaskan hijab kita, mereka berlomba-lomba ingin mengeluarkan kita dari rumah-rumah kita dengan dalih emansipasi.


Sayang seribu kali sayang, ternyata banyak wanita yang telah keluar rumah dengan pakaian yang menampakan ketelanjangannya (berpakaian tapi telanjang). Mereka berjalan berlenggak-lenggok, sanggul kepalanya seperti punuk onta, menggugah kelelakian kaum lelaki dan membangkitkan letupan-letupan nafsu birahi yang mestinya terpendam..jauh di dasar lautan birahi.


Wahai wanita… janganlah kita tertipu dengan semboyan peradaban yang sebenarnya hanya akan menjajakan wanita sebagai barang dagangan yang ditawarkan kepada siapa saja yang menghendakinya. Jangan pula kita tertipu dengan tipu daya yang tak tahu malu.

Akankah Pada busana sebatas lutut , kita bergegas?


Demi Allah, sungai manakah yang kan kita seberangi ?

Ooo sangatlah kita malu terhadap pandangan-pandangan mata itu ?

Aduhai wanita… ! bacalah dan jangan terperdaya! Malukah kita untuk bertaqwa dan berbusana taqwa kepada Allah SWT? Sementara kita tiada malu untuk bertabarruj dan buka-bukaan ?

Wahai wanita…, adakah akan merugikan kita, penghinaan mereka itu selama kita berada di atas al haq ???


Wahai wanita… siapa yang kelak tertawa di akhirat niscaya dia akan banyak tertawa. Atau kita pernah berfikir bahwa Jilbab kita itu akan menghalangi kita untuk mendapatkan seorang suami?


Ingatlah , bahwa Allah telah menetapkan bagi wanita pasangannya masing-masing? Maka karena itu dengarkan firman-Nya: “Perempuan-perempuan buruk (jahat) untuk pasangan laki-laki yang buruk (jahat). Laki-laki yang buruk untuk pasangan perempuan-perempuan yang buruk pula. Dan perempuan-perempuan yang baik untuk pasangan laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk pasangan perempuan-prempauan yang baik.” (An Nur: 26)


Oleh sebab itu mestinya kita jangan ridha kecuali jika menjadi pedamping seorang suami yang baik, yang berpegang teguh pada ajaran diennya dan selalu merasa diawasi oleh Rabbnya.

Suami seperti inilah yang kita bakal merasa aman bagi jaminan hidup masa depan kita . Lihatlah! Di sana banyak sekali putri-putri sebangsa kita yang terjebak dalam tipu daya kehidupan Romantisme dan Cinta menyesatkan. Ternyata banyak di antara mereka kemudian gagal dalam menempuh jalan hidupnya…. Begitu tragis.

Tapi bagaimanakah kita sanggup berbusana seperti ini di tengah musim panas dan teriknya sengatan matahari ?


Wahai putri fitrah… sesungguhnya di dalam iman terdapat rasa manis bagi jiwa dan rasa tentram bagi dada. Kalau kita tahu bahwa neraka jahannam itu lebih panas niscaya segala rasa panas dunia akan, menjadi ringan bagi kita .


Ketahuilah, sungguh seringan-ringannya orang yang disiksa di neraka pada hari kiamat ialah seseorang yang di bawah telapak kakinya diletakkan sepotong ‘bara’ dari api neraka, tetapi dari sepotong bara di bawah kakinya itu sanggub mendidihkan otaknya…


Waspadalah akan godaan-godaan syetan. Dengan demikain apakah gerangan yang menyebabkan kita berpaling dari seruan Allah?


Dunia dan perhiasannyakah …?


Atau adakah kita kini sedang bergembira ria dengan para pemuda dan dengan dunia kecantikan, seraya kita katakan: “Nantilah saya akan menutup aurat saya (berjilbab) kalau umurku sudah tua”


Ketahuilah ; “Apa-apa yang ada padamu dari suatu nikmat maka ia adalah datangnya dari Allah.”


(an Nahl: 53)


Mestinya kita wajib bersyukur kepada Allah dengan cara mentaati-Nya.

betapa banyak remaja yang hari-harinya penuh tawa…

padahal kain-kain kafan telah siap untuk membungkusnya


sedang ia tak mengira betapa banyak temanten putri dihias ‘tuk sang suami tiba-tiba nyawa melayang di malam taqdir.


Wahai wanita… kembalilah segera kepada nilai-nilai dan prinsip Islam, niscaya harga diri dan kehormatan kita akan terjaga di hadapan siapa saja. Angkatlah kemuliaan kita wahai wanita dengan cara menutup aurat dan berjilbab. Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua untuk bisa melakukan apa yang dicintai dan diridahi-Nya. Akhirnya akau memohon pada Allah agar Ia menjadikan amalan kita ikhlas karena wajah-Nya…


salam persaudaraan


Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q. S : Al-Ahzab : 59)



Salam ukhuwah

* Jangan Biarkan Imanmu Merapuh *.



Saudaraku, suatu ketika dalam episode hidup ini, mungkin kita sampai pada momen yang membuat kita begitu terpuruk, sangat susah untuk bangkit. Sebuah kondisi di mana masalah mendera bertubi-tubi, tanpa jeda, tanpa ampun. Tak terlihat celah sedikitpun untuk membebaskan diri dari permasalahan-permasala...han itu.

Suatu ketika, mungkin, kita pernah mengalaminya. Dan pada saat itu, masalah-masalah yang mendera begitu berkuasa menghancurkan idealisme kita, menghancurkan harapan kita satu-satunya: asa. Kita sempurna terkena sindrom patah arang. Sebuah sindrom yang amat berbahaya bagi makhluk hidup bernama manusia.

Suatu ketika, mungkin ini nyata, banyak di antara kita mengalaminya. Kita sudah lelah, tak kuat lagi bertahan meski sejenak. Seolah kita tak pernah belajar untuk optimis, bahkan lupa sama sekali atau mulai menganggap bahwa optimisme sekadar hal basi yang sama sekali tidak ada gunanya. Kita hidup tapi tanpa asa, beraktivitas tapi tanpa ruh, menjadi semacam robot yang melakukan semuanya secara mekanik tanpa makna.

Namun sadarkah kita bahwa rapuh sejatinya tidaklah datang secara tiba-tiba. Ibarat sebuah bangunan, ia takkan ambruk begitu saja. Tetapi rapuh adalah proses yang terjadi secara halus dan terus menerus. Ketika beban yang dipikul oleh bangunan itu sudah tidak mampu lagi dipertahankan, maka bangunan itu akan roboh. Boleh jadi, bagi yang tidak tahu, bangunan itu terlihat roboh secara tiba-tiba, tetapi sejatinya, bangunan itu sudah mulai roboh sejak awal pengeroposan dimulai. Ketiadaan perawatan dan perbaikanlah yang membuatnya roboh.

Begitu pula, seseorang tidak mungkin tiba-tiba mengalami stres, tetapi hal itu terjadi secara pelan-pelan dan kian bertambah seiring bertambah lemahnya pondasi pertahanannya. Ketika permasalahan semakin menderanya bertubi-tubi, sementara pondasinya kian rapuh, maka stres tinggal menunggu waktu. Rapuh, sejatinya terjadi secara perlahan, sedikit demi sedikit. Yang diserang adalah pondasi utama, pondasi dari segala pondasi kita hidup di dunia ini. Pondasi yang mendasari segala tindakan kita. Pondasi yang dengannya kita memandang dunia, menghadapi kencangnya angin hidup dan guyuran badai cobaan. Ya, pondasi itu adalah iman.

Ketika iman mulai keropos, jika ia tidak segera mendapat perawatan atau perbaikan, maka jatuhnya pondasi hidup seseorang tinggalah menunggu waktu. Ia akan lebih rentan tertekan dan terkena depresi ketika menghadapi persoalan hidup. Ia boleh terlihat kaya raya, rupawan, tersohor, tapi tanpa iman ia rapuh. Serapuh sarang laba-laba yang putus sekali hempas. Ibarat pohon, ia adalah pohon yang tak mampu bertahan meski oleh tiupan angin yang tak terlalu kencang.

Maka iman, mau tidak mau, harus dirawat, dijaga dan dijauhkan dari berbagai hal yang merusaknya. Jagalah iman, dengan menambah pengetahuan kita tentang-Nya. Jagalah iman dengan senantiasa memikirkan ciptaan dan ayat-ayat-Nya yang dihamparkan pada kita. Jagalah iman dengan memperbanyak amal kepada-Nya dengan cara-cara yang dituntunkan-Nya. Jagalah iman, dengan berkumpul dengan orang-orang yang dicintai-Nya. Jagalah iman dengan berbagai cara yang sering bisa bisa kita lakukan tetapi kita abaikan.

Karena sejatinya, masalah adalah pewarna kehidupan, membuat hidup lebih dinamis, lebih menarik, tentunya dengan pengelolaan yang benar. Masalah adalah wahana bagi Sang Khalik untuk menaikkan derajat hamba-Nya yang bertakwa. Lihatlah pohon alpukat, sesekali waktu sebelum musim buah, dedaunnya habis dimakan ulat. Boleh jadi, habisnya daun itu adalah masalah tersendiri bagi sang pohon. Proses fotosintesis dan produksi zat-zat makanannya boleh jadi terganggu, tetapi ia tidak mati. Namun, perhatikanlah beberapa waktu setelahnya. Pohon alpukat akan kembali menumbuhkan daunnya, dan bahkan mengeluarkan buahnya. Ulat-ulat itu hanya berfungsi memberikan shock terapi berupa stres ringan, yang akibatnya justru positif, yaitu memicu peningkatan produksi buah.

Maka begitulah bagi orang yang beriman. Masalah adalah pemicu bagi dirinya untuk semakin produktif dan meningkatkan kapasitas. Karena ia yakin sepenuhnya pada janji Allah bahwa “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Q.s. al-Baqarah [2]: 286).

Maka jangan lupa untuk senantiasa berdoa:

“Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir” (Q.s. al-Baqarah [2]: 286).

Wallahu a’lam
*Pesan Sahabat Untuk Sahabat*.(cpt).
Lihat Selengkapnya

* Laki-Laki yang Harus dihindari *.



Bismillah… Mungkin kaget donk.. saat liat judulnya kayak gitu.. tapi disini bukan dalam rangka ngompor-ngomporing yach… Ini cuman sebatas pelajaran bagi kita sebagai Laki-laki dan renungan bagi para wanita. Semoga bermanfaat.

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuhu…
...Bismillaahirrohmaanirrohiim ….

Saudariku, jauhilah jenis laki-laki seperti ini:

1. Laki-laki banci yang meniru-niru perempuan.

2. Laki-laki yang akan menikahimu semata-mata karena kecantikanmu, karena jika ia melihat wanita yang lebih cantik darimu, ia akan meninggalkanmu dan mengalihkan dirinya pada wanita yang lebih cantik tersebut.

3. Laki-laki peminum khamr, pengguna obat bius dan penikmat rokok.

4. Laki-laki yang pekerjaannya adalah penata rambut wanita.

5. Pemakan harta riba, yang bermuamalah dengan transaksi ribawi.

6. Laki-laki yang meninggalkan shalat.

7. Laki-laki yang mau menerima suap.

8. Laki-laki yang bakhil (pelit).

9. Jauhilah pula laki-laki yang tidak punya rasa cemburu, yang hanya akan menempatkan hal-hal yang “kotor” di rumah keluarganya, dan membiarkan pula keluarganya tersebut berpenampilan memalukan. Ia pun akan mendatangimu dengan dengan membawa benda-benda yang sia-sia, alat-alat musik, kerjaannya hanya menonton televisi dan video. Yang muncul dari laki-laki ini hanyalah hal yang membuat dahi berkerut.

10. Laki-laki quburi (penyembah kubur). Ia akan mengelilingi kuburan, bertawasul dengannya, meminta sesuatu kepada kuburan tersebut, bernadzar dengannya, dan ia pun suka bepergian ke tempat-tempat maulid.

11. Laki-laki Penjual benda-benda yang memabukkan, mulai dari khamr, obat bius, dan rokok. Ia pun bergaul dengan para penjual arak.

12. Laki-laki yang bekerja di hotel-hotel para turis, yang menyediakan daging babi dan minuman keras.

13. Laki-laki ahli magis dan penyihir, yang mengobati manusia atas nama pengobatan Qur’ani. Ia memberi mereka jimat-jimat, benda tolak bala’, dan memberikan pekerjaan kepada manusia dengan sihirnya itu.

===========

Diterjemahkan dari pasal واحذري هذا النوع من الرجال kitab من تخترين, karya الشيخ ندا أبو أحمد .
*Pesan Sahabat Untuk Sahabat*.(cpt).
Lihat Selengkapnya

~ Neraka mahal, Surga murah ~

Bismillahirrohmanirrohim....

Loket ke neraka penuh sesak…
Banyak manusia antri…
...Rebut rebutan, cakar-cakaran…
takut gak kebagian kursi…

Tiket ke neraka mahal…
Harus merogoh kantong berjuta-juta…
Untuk dapat ikut berjalan kesana……

Maksiat itu mahal…
Judi itu mahal…
Zina itu mahal…
Korupsi itu mahal…
Dusta itu mahal…
Tetap orang-orang berbondong menuju neraka…

Jalan ke syurga sunyi…
Sepiii…
Jalannya lebar, mulus dan bersih…

Tiketnya murah, tak perlu keluar uang banyak…
Loketnya bersih, ada AC, pelayannya ramah…

Tapi mengapa amat sedikit yang antri di loket ini???
Puasa itu murah…
Sholat itu murah…
Sedekah itu murah…
Senyum itu murah…
Jujur itu murah…

Ternyata Nafsu telah memutar balik semua tatapan…
Yang buruk terlihat indah…
Yang baik terlihat sukar…

Ditempat ini aku baru sadar…
Bahwa jalan ke syurga sepi…
Jalan ke neraka ramai…

>>>ooo<<<

Semoga menjadi renungan kita bersama, betapa sering terlupanya kita, selalu menuruti hawa nafsu, meninggalkan air kesejukan surga dan lebih tertarik pada panasnya neraka yang hanya membuat kita semakin haus…, naudzubillah.

wallahu a’lam bishawab,,
Oleh Club Curhat Muslim Dan Muslimah - II · (~ GR ~)

* Agar Kerja Bernilai Ibadah *.-


(Kalam Al Habib Abdullah bin Husain bin Thahir ).

Selama di dunia, mau tak mau kita harus berusaha terlebih dahulu untuk memperoleh kebutuhan hidup. kita tidak boleh berpangku tangan saja sembari mengharap belas kasihan orang lain. Dalam islam, orang yang memberi lebih terhormat daripada orang yang m...enerima. Seorang mukmin yang tegar dan mampu mandiri lebih utama daripada seorang mukmin yang lemah dan selalu menggantungkan nasibnya kepada orang lain.

Anggapan bahwa islam adalah ajaran yang cenderung mengajak orang bermalas-malasan adalah anggapan yang salah. Justru islam melalui al-Qur’an dan hadis-hadis memotivasi umatnya agar menjadi manusia pekerja keras dan pantang menerima belas kasih orang lain. Sejarah menyebutkan bahwa para nabi dan rasul aktif bekerja. Ada yang menjadi petani, pengembala, tukang kayu dan beragam profesi lainnya. Tokoh-tokoh penyebar agama islam di Indonesia pun adalah ulama-ulama yang ulet berniaga di samping kegigihan mereka berdakwah.

Bekerja bisa bernilai ibadah dan bahkan pahalanya melebihi ibadah-ibadah sunnah apabila didasari dengan niat baik serta dilakukan sesuai syari’at. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui pola kerja sesuai tuntunan Rasulullah Saw. Dengan bekerja secara benar, niscaya kita mendapatkan keuntungan ganda, materi dunia dan pahala di akhirat. Ibarat sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Mari kita simak penuturan al-Imam Habib Abdullah bin Husein bin Thahir al-‘Alawi tentang cara bekerja yang baik dan berkah berikut ini,

“Ketika kalian hendak memasuki dunia kerja, persiapkanlah niat-niat yang baik terlebih dahulu. Mencari rejeki yang halal adalah wajib bagi setiap insan muslim. Untuk itu, niatkanlah di dalam hati bahwa tujuan kalian bekerja adalah untuk mendapatkan rejeki halal yang dapat menunjang kehidupan agama kalian, menjaga martabat kalian serta keluarga kalian agar tidak meminta-minta kepada orang lain juga untuk menghindarkan diri kalian dari sikap ingin memiliki hak-hak orang lain.

Akan tetapi, di tengah-tengah kesibukan kerja, janganlah kalian melalaikan urusan akhirat. Luangkan waktu untuk mempelajari ilmu syari’at yang diwajibkan kepada kalian, laksanakan salat lima waktu dengan berjama’ah, jagalah keistiqamaan kalian dalam membaca wirid-wirid.

Allah Swt berfirman,
رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ

‘Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.’

Selanjutnya Allah Swt mengingatkan,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi.

Pelajarilah ilmu yang berkaitan dengan bidang kerja kalian, agar kalian dapat mengambil sikap yang benar dan tidak merugikan orang lain. Sehingga kalian selamat dari perbuatan dosa dan maksiat.

Hindarilah cara kerja yang tidak benar dan menyalahi aturan syari’at. Sebab harta yang dihasilkan dengan cara tersebut adalah haram. Harta haram hakikatnya menjijikkan dan akan lenyap dari tangan pemiliknya dengan cepat. Hal itu telah terbukti dan pasti akan dirasakan oleh mereka yang melakukannya.

Sesungguhnya ibadah yang dilaksanakan oleh orang yang memakan barang haram atau memakai baju yang haram takkan diterima oleh Allah Swt. Penyusun Zubad menggambarkan,

‘ Dan ketaatan dari seseorang yang memakan barang haram,

Adalah semisal bangunan yang didirikan diatas ombak lautan.

Dalam hadis disebutkan bahwa orang yang memakan barang haram, maka sekujur tubuhnya akan mengerjakan kemaksiatan, baik ia menghendakinya ataupun tidak. Sebuah kata bijak berbunyi, “Makanlah semua yang kalian inginkan, niscaya seperti jenis makanan kalian itulah bentuk amal perbuatan kalian.”

Kemudian manakala kalian dikarunia harta yang halal, pergunakanlah dengan tata cara dan niat yang baik. Makanlah secukupnya dan jangan sampai terlalu kenyang. Sebab perut yang dipenuhi dengan makanan sekalipun halal akan menjadi pemicu perbuatan-perbuatan nista. Bisa dibayangkan, bagaimana jika dipenuhi dengan makanan yang haram.

Rasulullah Saw mewartakan, “Tiada wadah yang penuh yang lebih jelek daripada perut. Sebenarnya cukup bagi manusia beberapa suap makanan untuk menegakkan tubuhnya. Jika memang menghendaki lebih, maka yang layak adalah sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiganya lagi untuk minum, dan sepertiga yang terakhir untuk nafasnya.” Disebutkan pula bahwa kebanyakan penyakit penyebabnya adalah kekenyangan perut.

Ketahuilah, sesungguhnya harta yang sedikit namun halal lebih baik dan lebih mendatangkan berkah daripada harta melimpah namun haram atau syubhat.

Apabila kalian telah mendapatkan rejeki yang sekiranya mencukupi kebutuhan kalian di waktu itu , maka qana’ah (merasa cukup)-lah dengannya lalu bersyukurlah kepada Allah serta jangan mengharapkan yang berlebihan untuk masa yang akan datang.

Janganlah kalian bersikap tamak dan selalu mengharap lebih, sehingga tubuh dan hatimu akan kecapaian karenanya. Asal tahu saja, sesungguhnya takkan sampai kepada kalian kecuali rejeki yang telah ditakdirkan untuk kalian.

Ketahuilah, sesungguhnya nikmat-nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kalian yang bukan berupa harta benda jauh lebih besar daripada kenikmatan yang berupa harta benda.

Hati-hatilah, jangan pernah menipu, berkhianat ataupun berbohong dalam setiap pekerjaan kalian. Karena semua tindakan itu memancing amarah Allah Swt dan menghapus keberkahan dari jerih payah kalian. Dasarilah segala urusan pekerjaan kalian dengan sikap jujur dan nasihah. Keluarkan semua hak yang diwajibkan dalam harta kalian seperti zakat, pelunasan utang, serta nafkah-nafkah yang wajib dengan senang hati dan lapang dada.”

Dalam nasehat-nasehatnya di atas, Habib Abdullah bin Husein bin Thahir menekankan bahwa tujuan bekerja adalah untuk mendapatkan rejeki dari Allah Swt yang bisa mencukupi kebutuhan keseharian kita dan bukan untuk mencari kekayaan. Adapun yang kita ketahui sekarang ini, orang-orang bekerja untuk menumpuk kekayaan. Sehingga tindakan saling tipu, saling khianat dan trik-trik kotor lainnya mewarnai dunia usaha kita.

Sumber : forsansalaf.com
*Pesan Sahabat Untuk Sahabat*.(cpt).
Lihat Selengkapnya

Membuka Mata Hati

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an :
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi) neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), d...an mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah) mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS Al-‘Araf 179)

Allah SWT memberikan peringatan kepada mereka dari golongan jin dan manusia yang tidak mengenal kekuasaan Allah yakni neraka Jahanam. Mufasir memberikan keterangan pada ayat di atas tentang penggunaan kalimat dzara’na (Kami jadikan/kami pendamkan) dalam Al-Qur’an hanya sekali kalimat tersebut tertera.

Mengapa Allah menjadikan golongan jin dan manusia dipendam dalam neraka jahanam? Sesungguhnya Allah telah memberikan sesuatu kepada jin dan manusia dan tidak ada pada makhluk lain dan sesuatu itu adalah Qolbun (Hati).

Dalam Al-Qur’an terdapat 130 ayat yang berkaitan dengan masalah hati. Sesungguhnya hati merupakan sentral dalam mengarungi kehidupan. Karena hati ini adalah sentral kehidupan cermin dalam kebijakannya, di perlihatkan apabila baik hatinya maka seluruh amalnyapun baik, dan sebaliknya apabila hatinya buruk maka semua amalnya juga buruk. Allah SWT menyatakan dalam Al-Qur’an

“(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. Dan (dihari itu) didekatkanlah Syurga kepada orang-orang yang bertaqwa. (QS. Asy-Syu’araa 88 – 90)

Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang dibanggakan didunia ini seperti, harta, kedudukan, pangkat dan jabatan dan lain sebagainya terkecuali yang datang kepada Allah hanyalah kebeningan hati yang suci. Penjelasan ayat selanjutnya memberikan perbandingan bagi jin dan manusia yang tidak memberikan perhatian terhadap hatinya yaitu dengan “hewan ternak” bahkan lebih sesat dari pada hewan ternak.

Mendengar ayat ini sebahagian para sahabat menangis dan kemudian menanyakan kepada Rasulullah SAW, “ya Rasul mengapa Allah SWT menyatakan untuk memuliakan anak Adam dan kenapa di satu sisi Allah mengatakan mereka bagaikan hewan ternak bahkan lebih rendah dari pada hewan ternak? Rasulullah berkata “ sesungguhnya hatinya tidak ada perhatian, dan tidak mau mengetahui kepentingan kaum muslimin”.

Mereka yang hatinya yang tertutup dalam pengertian tidak mengenal Allah cirinya adalah tidak terlepas dari keburukan dan penderitaan, sehingga mereka menjadikan umat Islam menjadi terpecah belah. Kenapa hati tidak di berikan perhatian yang besar? Jawabannya adalah karena hati tersebut tidak ada nur (cahaya) artinya hati yang hanya berurusan dengan materi duniawi. Sehingga Rasulullah SAW timbul kekhawatiran :

“Yang paling aku takuti nanti pada umatku, sahabat bertanya, apa ya Rasulullah? Yaitu cinta dunia dan takut mati”

Imam khusen mengatakan, disaat kalian diperintahkan untuk Shalat satu hari satu malam mungkin kalian mengerjakannya, disaat kalian diperintahkan untuk bertasbih mungkin kalian menangis, tetapi disaat dunia kalian terhalangi oleh agamamu sungguh kalian akan mencampakkan agama daripada dunia. Oleh karena itu kita mencoba merenung kembali dalam kehidupan ini, jangan sampai AlQur’an mengkatagorikan kita sebagai orang yang mempunyai hati tapi tidak mengenal kekuasaan Allah.

Imam Ja’far Shodiq memberikan gambaran bahwasannya setiap manusia yang terlalu cinta terhadap dunia, hidupnya tidak mengenal Allah. Tetapi dikala manusia itu menemukan kesulitan dalam hidupnya baru membutuhkan pertolongan Allah. Apa jadinya jika manusia yang mempunyai sifat seperti ini kemudian memimpin umah, memegang jabatan, berterimakasih kepada Allah saja sudah di jadikannya beban. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an :

“Diantara manusia ada yang mengatakan : kami beriman kepada Allah dan hari kemudian. Padahal sesungguhnya mereka itu bukan orang orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar”. (QS. Al-Baqoroh 8 - 9)

Munafik lebih besar bahayanya dari pada kafir, karena orang kafir dapat diketahui kekafirannya. Sedangkan munafik bermuka dua, berjuang untuk umat tetapi bukan untuk Allah melainkan untuk kepentingan dirinya sendiri. Mereka berusaha untuk menipu Allah dan orang-orang mu’min, padahal tidak akan mungkin Allah tertipu. Tanpa disadari padahal dia tertipu oleh dirinya sendiri. Kepribadian yang ada pada orang-orang munafik cirinya adalah ‘pembohong”.

Ciri lainnya mereka mempunyai mata, tapi mata mereka tertutup terlihat dari cara pandang mereka terhadap kekuasaan Allah. Allah memberikan ancaman bagi manusia yang lupa pada kekuasaan-Nya maka Allah pun akan melupakannya.

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya memberikan ciri yang menyebabkan mata hati kita tertutup antara lain disebabkan oleh harta, jabatan, ilmu, kepopuleran, keturunan dan lain sebagainya. Tetapi yang berbahaya adalah dikala ma’siat menjadi bagian dari dirinya, dan dengan kemaksiatannya itu dia tidak merasakan apapun, padahal adzab Allah sudah menanti. Berbeda dengan orang mu’min dikala sedikit melakukan kesalahan, hatinya ketakutan dan gelisah, karena dirinya takut terhiasi oleh perbuatan syaitan. Memang sulit membuka mata hati, karena kita adalah manusia yang lemah hanya Allah SWT yang dapat membuka mata hati kita. Hati yang terbuka menjadikan kita mengenal Allah dan menyadari bahwa suatu hari nanti kita akan menanti panggilannya, tidak ada makhluk satu pun yang tidak luput dari kematian.

Dunia yang kita pijak ini adalah sarana untuk kita dan untuk mengenal Allah. Dalam bentuk apa saja perjuangan kita didunia mempunyai dua pilihan, ibadah kepada Allah atau kepada Syaiton, berbuat ma’siat atau ta’at kepada Allah. Rasulullah bersabda :

“Apabila ada taman syurga di muka bumi mampirlah engkau, dimana taman syurganya Allah? Ditempat orang yang diingati tentang siapa dirinya kepada Allah, disadarkan dirinya dibuka mata hatinya untuk sujud kepada Allah.”

Ayat di atas memberikan gambaran, bagaimana jadinya ketika telinga-telinga mereka tidak lagi mengenal ayat-ayat Allah, sehingga mereka hidupnya bagaikan ternak. Apa hidup ternak? Hidup ternak tidak akan jauh dari makan, minum, tidur, syahwat. Tetapi semua yang dilakukan ternak terbatas, tentunya berbeda dengan manusia yang selalu berkeinginan untuk melebihi batasnya, contoh; sudah tersedia makan dan minuman yang halal, tetapi yang harampun dimakan dan diminumnya, syahwat manusia yang telah diatur dalam Al-Qur’an, tetapi tidak mampu mengendalikannya. Islam memberikan tujuan bagi umat muslim untuk mencari ketenangan dalam hidupnya. Jalan menuju ketenangan hanyalah dengan berdzikir kepada Allah, dan memohon petunjuk dari Allah SWT.

Oleh karena itu sadarilah bahwa kita adalah hamba Allah. Setiap apa yang kita lakukan akan dibalas oleh Allah didunia dan akherat.

Narasumber: RINGKASAN KAJIAN SENIN
Oleh : Ust. Othman Umar Shihab
diambil dari Buletin Masjid Baitul Ihsan, Jakarta
*Pesan Sahabat Untuk Sahabat*.(cpt).
Lihat Selengkapnya

~ Tips Wanita Cantik Menawan sesuai Sunnah Rasul ~

Bismilahirahmanirahim

1. Kebugaran
Jika seorang wanita ingin bugar. Bugar berarti sehat dan segar (badan). Sedangkan ke-bu-gar-an hal sehat dan segar(badan); kesegaran: membiasakan makan sayuran mentah akan menambah kebugaran jasmani.
...Makan dan minum seoran muslimah tidak sebatas memuaskan nafsu, menghilankan lapar dan dahaga semata. karenanya seorang muslim apabila tidak lapar maka dia tidak makan dan apabila dia tidak haus, dia tidak minum. Hal ini seperti yg di riwayatkandari seorang sahabat,
“kita(kaum muslimin)adalah kaum yg hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang”
Ternyata berbagai tips agar tampil sehat dan prima, hampir kebanyakan erat kaitanya dgn semua jenis makanan. Misalnya 1). mulailah menghentikan kebiasaan mengkonsumsi semua jenis makanan. 2) disiplin pada jam makan. 3) perbanyak mengkonsumsi air putih. 4) sempatkan jogging selama 30 menit minimal 4kali seminggu.

2. Kesegaran Kulit dan Menunda Penuaan
Kulit adalah cerminan jiwa setiap insan. hampir 90% iklan kecantikan, berujung pada kulit. Ada org yg usia muda namun nampak tua, karna kulitnya tidak bercahaya, demikian sebaliknya, ada yg usia lanjut, namun ternyata ia tetap memencarkan aura. Di antara maenjaga kesegaran kulit dan sekaligus menunda penuaan adalah dgn mengkonsumsi tujuh biji buah kurma ajwah yg di hasilkan di kota madinah di wkt pagi. Rasul bersabda,
“Barangsiapa yg setiap pagi hari makan tujuh biji kurma ajwa,niscaya pada hari itu ia tidak akan terganggu oleh racun atau sihir.”(Muttafaq ‘Alaih)
“Barang siapa pada pagi hari,makan tujuh biji kurma yg dihasilkan di antara kedua hamparan madinah, niscaya ia tidak akan terganggu oleh racun hingga sore hari.” (HR. Muslim)

3. Menjaga kesegaran kulit dan rambut
Rasulullah bersabda,
Makanlah minyak zaitun, olesi tubuh denganya, Sebab ia berasal dari tumbuhan yg penuh berkah.’’ (Hadist hasan, Shahihul Jami’)
Manfaat minyak zaitun telah di teliti para ahli. Saya menyarankan kaum muslimah untk aktif membaca dan bertanya tentang manfaatnya.

4. Memperindah mata dan memperpanjang bulu mata
Rasul bersabda,
"Bercelaklah kalian dgn itsmid karena dia bisa mencerahkan mata dan menumbuhkan rambut." (HR.At Tirmidzi no.1679)
Juga beliau bersabda,
‘’Bercelaklah memakai itsmid ketika hendak tidur, karna ia dapat mencerahkan pandangan dan menumbuhkan rambut." (HR. Ibnu Majah)

** Celak / itsmid adalah batu celak hitam. Jenis itsmid terbaik berasal dari Isfahan (Persia), namun istmid juga ditemukan di wilayah - wilayah barat. Itsmid yang terbaik adalah istmid yang dapat melekat dengan cepat, memiliki butiran berkilauan, bagian dalamnya halus dan tidak mengandung

Wassalam .....(~ GR ~)
Oleh Pesan Sahabat Untuk Sahabat ·
( Dari Sahabat Nunu Nurul Qomariyah )